Bidang Perindustrian

 

Bidang Perindustrian mempunyai tugas melaksanakan pembinaan, pengendalian, pengembangan produksi, usaha dan sarana industri.

Bidang Perindustrian mempunyai fungsi :

  1. penyusunan rencana kegiatan Bidang Perindustrian;
  2. perumusan kebijakan teknis di Bidang Perindustrian;
  3. penyusunan rencana kinerja dan perjanjian kinerja Bidang Perindustrian;
  4. pelaksanaan pembinaan, pengendalian, pengembangan produksi, usaha, dan sarana industri;
  5. penyelenggaraan sistem pengendalian intern di bidang perindustrian;
  6. penyusunan dan penerapan norma, standar, pedoman, dan petunjuk operasional di Bidang Perindustrian; dan
  7. pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan bidang perindustrian.

Bidang Perindustrian terdiri dari :

  1. Seksi Industri Makanan, Minuman, dan Kimia
  2. Seksi Industri Sandang, Kulit, Logam, dan Aneka; dan
  3. Seksi Industri Hasil Hutan dan Perkebunan.

(1)      Seksi Industri Makanan, Minuman, dan Kimia  mempunyai tugas :

  1. menyusun rencana kegiatan Seksi  Industri Makanan, Minuman, dan Kimia;
  2. merumuskan kebijakan teknis di Bidang Industri Makanan, Minuman, dan Kimia;
  3. menyusun rencana kinerja dan perjanjian kinerja Seksi Industri Makanan, Minuman, dan Kimia;
  4. memfasilitasi kemitraan dan kerja sama usaha industri makanan, minuman, dan kimia;
  5. melaksanakan pembinaan dan pengendalian usaha industri makanan, minuman, dan kimia;
  6. memfasilitasi hak atas kekayaan intelektual dan gugus kendali mutu usaha industri makanan, minuman, dan kimia;
  7. menyusun kebijakan teknis pembinaan dan pengembangan sentra-sentra industri dan bengkel kerja industri makanan, minuman, dan kimia;
  8. melaksanakan pembinaan mutu bahan baku dan produk industri makanan, minuman, dan kimia;
  9. melaksanakan pengawasan mutu bahan baku dan produk industri makanan, minuman, dan kimia;
  10. melaksanakan pembinaan dan pengembangan teknologi, desain, dan diversifikasi produk industri makanan, minuman, dan kimia;
  11. melaksanakan pembinaan dan penerapan teknologi dan proses produksi industri makanan, minuman, dan kimia;
  12. mengembangkan dan fasilitasi teknologi informasi industri makanan, Minuman dan kimia;
  13. menyelenggarakan sistem pengendalian intern Seksi Industri Makanan, Minuman dan Kimia;
  14. menyusun dan menerapkan norma, standar, pedoman dan petunjuk operasional di Bidang Industri Makanan, Minuman dan Kimia; dan
  15. melaksanakan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Seksi Industri Makanan, Minuman dan Kimia.

(2). Seksi Industri Sandang, Kulit, Logam dan Aneka mempunyai tugas :

  1. menyusun rencana kegiatan Seksi Industri Sandang, Kulit, Logam, dan Aneka;
  2. merumuskan kebijakan teknis di Bidang Industri Sandang, Kulit, Logam dan Aneka;
  3. menyusun rencana kinerja dan perjanjian kinerja Seksi Industri Sandang, Kulit, Logam dan Aneka;
  4. memfasilitasi kemitraan dan kerjasama usaha industri sandang, kulit, logam dan aneka;
  5. melaksanakan pembinaan dan pengendalian usaha industri sandang, kulit, logam dan aneka;
  6. memfasilitasi hak atas kekayaan intelektual dan gugus kendali mutu usaha industri sandang, kulit, logam dan aneka;
  7. menyusun kebijakan teknis pembinaan dan pengembangan sentra-sentra industri dan bengkel kerja industri;
  8. melaksanakan pembinaan mutu bahan baku dan produk industri sandang, kulit, logam dan aneka;
  9. melaksanakan pengawasan mutu bahan baku dan produk industri sandang, kulit, logam dan aneka;
  10. melaksanakan pembinaan dan pengembangan teknologi, desain, dan diversifikasi produk industri sandang, kulit, logam dan aneka;
  11. melaksanakan pembinaan dan penerapan teknologi dan proses produksi industri sandang, kulit, logam dan aneka;
  12. mengembangkan dan fasilitasi teknologi informasi industri sandang, kulit, logam dan aneka;
  13. menyelenggarakan sistem pengendalian intern Seksi Industri Sandang, Kulit, Logam dan Aneka;
  14. menyusun dan menerapkan norma, standar, pedoman dan petunjuk operasional di bidang industri sandang, kulit, logam dan aneka;
  15. melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan kegiatan Seksi Industri Sandang, Kulit, Logam dan Aneka.

(3) Seksi Industri Hasil Hutan dan Perkebunan mempunyai tugas:

  1. menyusun rencana kegiatan Seksi Industri Hasil Hutan dan Perkebunan;
  2. merumuskan kebijakan teknis di Bidang Industri Hasil Hutan dan Perkebunan;
  3. menyusun rencana kinerja dan perjanjian kinerja Seksi Industri Hasil Hutan dan Perkebunan;
  4. memfasilitasi kemitraan dan kerjasama usaha industri hasil hutan dan perkebunan;
  5. melaksanakan pembinaan dan pengendalian usaha industri hasil hutan dan perkebunan;
  6. memfasilitasi hak atas kekayaan intelektual dan gugus kendali mutu usaha industri hasil hutan dan perkebunan;
  7. menyusun kebijakan teknis pembinaan dan pengembangan sentra-sentra industri dan bengkel kerja industri hasil hutan dan perkebunan;
  8. melaksanakan pembinaan mutu bahan baku dan produk industri hasil hutan dan perkebunan;
  9. melaksanakan pengawasan mutu bahan baku dan produk industri hasil hutan dan perkebunan;
  10. melaksanakan pembinaan dan pengembangan teknologi, desain, dan diversifikasi produk industri hasil hutan dan perkebunan;
  11. melaksanakan pembinaan dan penerapan teknologi dan proses produksi industri hasil hutan dan perkebunan;
  12. mengembangkan dan fasilitasi teknologi informasi industri hasil hutan dan perkebunan;
  13. menyelenggarakan sistem pengendalian intern Seksi Industri Hasil Hutan dan Perkebunan;
  14. menyusun dan menerapkan norma, standar, pedoman dan petunjuk operasional di bidang industri hasil hutan dan perkebunan;
  15. melaksanakan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Seksi Industri Hasil Hutan dan Perkebunan.

Pencarian



semua agenda

Agenda

17 Juli 2018
GEBYAR BATIK 2018
semua download

Download

Statistik

000965

Pengunjung Hari ini : 4
Total pengunjung : 965
Hits hari ini : 8
Total Hits : 2332
Pengunjung Online : 1

Jajak Pendapat

Bagaimanakah tampilan website DISPERINDAG ?
Sangat Puas
Puas
Cukup Puas
Kurang Puas

Lihat