PEMBINAAN INDUSTRI KERAJINAN BAMBU SEBAGAI WUJUD DUKUNGAN TERHADAP TERBENTUKNYA KAMPUNG BAMBU

Jumat, 12 April 2019

Administrator

Informasi

Dibaca: 99 kali

      Salah satu daerah penghasil produk kerajinan bambu yang cukup potensial di Kabupaten Gunungkidul adalah Padukuhan Ngepoh, Desa Semin, Kecamatan Semin. Di daerah tersebut juga telah diinisiasi pembentukan Kampung Bambu yang rencananya akan dikukuhkan bulan Agustus 2019 nanti. Di dalam kampung bambu ditampilkan potensi bambu dari hulu sampai hilir, yakni potensi vegetasi tanaman bambu sebagai bahan baku industri kerajinan bambu, hingga produk-produk kerajinan bambu yang dihasilkan oleh IKM bambu di daerah tersebut. Padukuhan Ngepoh Desa Semin juga merupakan salah satu sentra industri kerajinan bambu di Kabupaten Gunungkidul. Geliat perekonomian masyarakat rata-rata bersumber dari industri kerajinan bambu tersebut. Kerajinan bambu yang diproduksi oleh pengrajin bambu di daerah tersebut antara lain : seruling, pigura bambu, hiasan dinding, angklung, othok-othok, dan lain sebagainya. Pengrajin bambu Ngepoh Semin juga mulai memproduksi sedotan minuman dari bambu yang dikirim ke Bali, dan mempunyai inovasi produk mangkuk bambu yang banyak diminati restoran Jepang. Produk-produk bambu yang dihasilkan oleh sentra industri kerajinan bambu Padukuhan Ngepoh, Desa Semin ini sangat mendukung industri pariwisata yang cukup berkembang di Gunungkidul saat ini, yakni bisa menyediakan produk souvenir bagi wisatawan. Hal ini dapat mendukung pula keberadaan kampung bambu,  yakni selain sebagai tujuan edukasi juga tujuan wisata yang menawarkan paket bambu dari hulu sampai hilir, dari vegetasi hingga produk hasil industri.

   Untuk terus memotivasi dan mengetahui eksistensi serta perkembangan IKM kerajinan bambu di Padukuhan Ngepoh, Desa Semin, Kecamatan Semin tersebut, pada tanggal 11 April 2019 Seksi Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunungkidul melakukan pembinaan dan pendampingan IKM bambu di daerah tersebut. Kegiatan ini berupa pembinaan sentra industri yang dihadiri oleh 20 pengrajin, dengan Narasumber dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunungkidul. Dalam pembinaan dan pendampingan ini, selain disampaikan materi dari Dinas Perindag, pengrajin juga diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi serta masalah-masalah yang dihadapi, sehingga dapat dirumuskan solusi bagi permasalahan yang dihadapi pengrajin. Masalah kelembagaan masih perlu mendapatkan perhatian khusus di sentra industri bambu daerah ini, dan Dinas Perindag telah memberikan motivasi serta tawaran solusi bagi masalah tersebut. Harapan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunungkidul dengan adanya program pembinaan dan pendampingan semacam ini para pengrajin dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraannya baik untuk personal, kelompok pengrajin maupun masyarakat sekitar.

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas

Pencarian

Berita Gunungkidul





semua agenda

Agenda

12 Juni 2019
GUNUNGKIDUL EXPO 2019
17 Juli 2018
GEBYAR BATIK 2018
semua download

Download

Statistik

003698

Pengunjung Hari ini : 1
Total pengunjung : 3698
Hits hari ini : 191
Total Hits : 32513
Pengunjung Online : 1

Jajak Pendapat

Bagaimanakah tampilan website DISPERINDAG ?
Sangat Puas
Puas
Cukup Puas
Kurang Puas

Lihat